Tuesday, June 14, 2016

Softskill Parallel Concept

"Parallel Concept, Distributed Processing, Architetural Parallel Computer, Pengantar Thread Programming, Pengantar Message Parssing OpenMP, Pengantar Pemrograman CUDA GPU"

Kelompok:

Amelia A.K
Ayu Choirunisa
Chairul Umam
Dani Muntahsir
Lita Nurlaelati
Oki Hardy

Berikut merupakan slide presentation yang dapat di download dari penjelasan yang akan di bahas:

Tuesday, June 7, 2016

Konfigurasi Mail Server pada Ubuntu Server

Mail Server adalah Perangkat lunak program yang mendistribusikan file atau informasi sebagai respons atas permintaan yang dikirim via email, juga digunakan pada bitnet untuk menyediakan layanan serupa http://FTP.

Pada postingan kali ini saya akan melakukan konfigurasi mail server pada Linux Ubuntu Server. Langkah yang harus dilakukan adalah:

1. Instalasi Mail Server
ketikkan: # sudo apt-get install squirrelmail postfix courier-inap courir-pop_

kemudian akan muncul pop up, untuk mengisinya silahkan ikuti contoh berikut :

General Type of Mail Configuration : internet site

System Mail Name: snsd.com

Lalu tunggu sampai selesai.

2 . Konfigurasi Mail Server

Untuk mengkonfigurasi mail server ada beberapa file yang akan kita konfigurasi, berikut filenya:


  • /etc/apache2/apache2.conf
  • /etc/squirrelmail/apache.conf
  • /etc/postfix/main.cf


Pertama-tama kita akan mengkonfigurasi file apache2.conf, berikut contohnya :

nano /etc/apache2/apache2.conf

kemudian akan muncul isis dari file apache2.conf. isikan script berikut dibagian paling bawah isi file :

Include /etc/squirrelmail/apache.conf

Sehingga menjadi seperti ini :

Setelah itu save file tsb.

Setelah kita selesai mengkonfigurasi file apache2.conf, sekarang kita akan mengkonfigurasi file apache.conf yang berada pada direktori squirrelmail dengan perintah berikut :

nano /etc/squirrelmail/apache.conf

lalu akan muncul isi file dari apache.conf. ubahlah script yang mempunyai tag “<virtualhost></virtualhost>” menjadi seperti berikut :

Save file tsb.

3. Membuat file untuk Mailbox User
Langkah selanjutnya adalah membuat file untuk mailbox untuk user, jadi apabila seseorang user mendapatkan sebuah email, maka email tersebut akan tertampung di file tersebut. Berikut perintahnya :

maildirmake /etc/skel/Maildir

setelah membuat file untuk menampung email masuk, sekarang kita akan membuat user akun email yang nantinya bisa dipakai dalam web mail. Berikut perintahnya :

adduser nama_user

isikan password dan nama lengkap user tersebut.

Jika sudah sekarang kita akan mengrekonfigurasi paket postfix yang ada dengan perintah :
dpkg-reconfigure postfix

beberapa saat kemudian akan muncul pop up, untuk menanyakan beberapa settingan untuk mail server, berikut contohnya :



Lalu isikan nama domain mail server kalian seperti berikut:

untuk root and postmaster kosongkan saja, lalu ok. Kemudian di popup selanjutnya isikan seperti berikut:

untuk mail queue pilih saja no, dan pada selanjutnya isikan bagian depan dengan alamat network yang kita punya, seperti berikut:

Lalu untuk mailbox size dan local address kosongkan saja atau ok saja. Dan untuk internet protocol pilih yang ipv4, seperti berikut:

Setalah kita mengrekonfigurasi paket postfixnya, selanjutnya kita akan mengkonfigurasi file main.cf yang berada di direktori postfix, pada terminal ketikan perintah berikut :

nano /etc/postfix/main.cf

maka akan muncul tampilan seperti berikut :

Dibagian bawah isi file main.cf isikan script berikut :


home_mailbox = Maildir/
itu digunakan sebagai tempat penampungan apabila ada mailbox yang masuk.
Setelah selesai save file tersebut dan sekarang restart paket postfix, courier-pop, dan courier-imap

/etc/init.d/postfix restart
/etc/init.d/courier-pop restart
/etc/init.d/courier-imap restart

4. Pengujian Mail Server di Client
Buka browser dan coba ketikan nama domain untuk mail server dan akan muncu tampilan seperti berikut:

Cobalah login dengan username dan password yang tadi telah kita buat. Kemudian coba kirim email satu sama lain. Apabila berhasil berarti konfigurasi mail server berjalan dengan semestinya.

Konfigurasi DHCP Server pada Ubuntu Server

DHCP (merupakan kependekan dari Dynamic Host Configuration Protocol) adalah salah satu protocol pada jaringan komputer yang dapat memberikan atau meminjamkan IP address terhadap host yang berada dalam satu jaringan secara otomatis.

Dalam posting kali ini saya akan melakukan konfigurasi DHCP Server pada Linux Ubuntu. Berikut ini adalah langkah-langkahnya:

1. Instal Paket dhcp3-Server

Ketikkan perintah: # apt-get install dhcp3-server

Tekan enter untuk melanjutkan instalasi paket.

2. Menambahkan script pada file /etc/dhcp3/dhcpd.conf 
Ketikkan perintah server-debian:~# vim /etc/dhcp3/dhcpd.conf . Selanjutkan tekan tombol insert terlebih dahulu lalu tambahkan script seperti dibawah ini.

# A slightly different configuration for an internal subnet.
subnet 192.168.0.0 netmask 255.255.255.0 {
range 192.168.0.100 192.168.0.200;
option domain-name-servers 192.168.0.5;
option domain-name “debian.com”;
option routers 192.168.0.5;
# option broadcast-address 10.5.5.31;
# default-lease-time 600;
# max-lease-time 7200;
}               

Kemudian save dan keluar.


  • 192.168.0.0 merupakan IP Network dari IP Address yang digunakan dan juga dari IP Address yang didistribusikan (Di DHCP kan).
  • 255.255.255.0 merupakan Netmask dari IP Address yang digunakan dan juga dari IP Address yang didistribusikan (Di DHCP kan).
  • Range merupakan Jangkauan dari IP Address yang didistribusikan (Di DHCP kan).
  • Option Domain-name-servers merupakan DNS yang nantinya akan digunakan oleh client. Karena server ini difungsikan sebagai DNS Forwarders maka cukup dituliskan IP Address dari server ini tanpa perlu dituliskan DNS dari ISP.
  • Option Doman-name merupakan nama yang digunakan sebagai inisial dari IP Address – IP Address yang di DHCP kan oleh server ini.
  • Routers merupakan jalan keluar ataupun IP Address yang digunakan sebagai pintu oleh server dalam mendistribusikan IP Address yang di DHCP kan.
3. Restart layanan dhcp3-server
ketikkan perintah: # /etc/init.d/dhcp3-server restart

4. Setting client Linux dan Windows
untuk setting di Linux hanya menggunakan perintah: # dhclient eth0untu. Sedangkan untuk windows bisa dilihat pada gambar berikut:

Konfigurasi Proxy pada Ubuntu Server

This summary is not available. Please click here to view the post.

Konfigurasi FTP Server pada Ubuntu Server

File Transfer Protocol (FTP) adalah suatu protokol yang berfungsi untuk tukar-menukar file dalam suatu network yang menggunakan TCP koneksi bukan UDP. FTP server adalah suatu server yang menjalankan software yang berfungsi untuk memberikan layanan tukar menukar file dimana server tersebut selalu siap memberikan layanan FTP apabila mendapat permintaan (request) dari FTP client.

Tujuan dari FTP server adalah sebagai berikut :

  • Untuk tujuan sharing data
  • Untuk menyediakan indirect atau implicit remote computer
  • Untuk menyediakan tempat penyimpanan bagi user
  • Untuk menyediakan transfer data yang reliable dan efisien
Berikut ini adalah langkah- langkah konfigurasi FTP server pada ubuntu server.

1. Instalasi

Sofware yang digunakan adalah proftpd. Ketikkan perintah berikut pada terminal:

Setelah diinstal kemudian kita lakukan konfigurasi pada beberapa file, yaitu:


  1. /etc/proftpd/proftpd.conf
  2. /home/ftp = merupakan tempat file/data disimpan untuk private ftp
2. Konfigurasi Private FTP Server

pada terminal kettikkan: nano /etc/proftpd/proftpd.conf. Kemudian akan muncul tampilan berikut:



Selanjutnya edit beberapa settingan, berikut:


  1. UseIpv6 on > off
  2. ServerName “debian” > “nama_server_name_ftp_anda”
  3. Aktifkan DefaultRoot dan isikan tempat untuk menaruh file/data. Dalam kasus ini kita membuatnya di /home/ftp


Kemudian Save, dan kita akan membuat file yaitu /home/ftp. pada terminal ketikan: mkdir /home/ftp

setelah itu masuk ke direkroti /home/ftp, kita akan membuat beberapa folder dan file didalam direktori tersebut. Jika telah selesai, sekarang kita restart paket proftpdnya dengan perintah :
/etc/init.d/proftpd restart

3. Pengecekan Konfigurasi Private FTP di Client

Untuk setingan IP pada client bisa kita lihat pada postingan sebelumnya di Konfigurasi DNS Server 
Kemudian buka browser dan ketikkan pada url server name ftp sebagai contoh : http://ftp.snsd.com.
Pada saat request kalian akan diminta untuk memasukan username dan password. Untuk mengisi form tersebut isikan saja username dan password ketika login di Ubuntu server.

tekan OK, lalu akan muncul tampilan seperti berikut ini:
Selamat kalian telah berhasil melakukan konfigurasi FTP Server

Konfigurasi DNS Server pada Ubuntu Server

Domain Name System (DNS) adalah Distribute Database System yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di rangkaian yang menggunakan TCP/IP. DNS merupakan sebuah aplikasi service yang biasa digunakan di internet seperti web browser atau e-mail yang menerjemahkan sebuah domain ke IP address.

Kali ini kita akan melakukan konfigurasi DNS pada Ubuntu Server. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah instal aplikasi BIND9, selanjutnya setelah diinstal maka lakukan konfigurasi beberapa file.

File tersebut antara lain:

  1. /etc/network/interfaces
  2. /etc/resolv.conf
  3. /etc/bind/named.conf.options
  4. /etc/bind/named.conf.local
  5. /etc/bind/nama_domain.zone
  6. /etc/bind/nama_domain.rev
1. Konfigurasi /etc/network/interfaces


Pada file ini kita akan mengubah IP address, Netmask, Gateway, dan dns-nameserver. Berikut langkahnya.

Pada terminal ketikan : nano /etc/network/interfaces

Masukkan Ip address, Netmask, Gateway, dan dns-nameserver

Untuk save tekan tombol Ctrl+x+y kemudian enter

2. Konfigurasi /etc/resolv.conf

Pada file ini kita akan mengisikan nama domain dan alamat dns-nameserver. Pada terminal ketikkan: nano/etc/resolv.conf dan akan muncul seperti berikut:

Kemudian isikan nama domain dan alamat dns-nameserver

selanjutnya save dan ketikkan #/etc/init.d/networking restart untuk melakukan restart terhadap jaringan.

3. Konfigurasi /etc/bind/named.conf.options

Pada file ini kita akan mengubah forwaders menjadi aktif, dan ubah juga 0.0.0.0 menjadi alamat IP dns-nameserver. ketikkan : nano /etc/bind/named.conf.options maka akan muncul seperti berikut:


Ubah forwaders menjadi aktif, dan ubah juga 0.0.0.0 menjadi alamt IP dns-nameserver.
Kemudian save.

4. Konfigurasi /etc/bind/named.conf.local

Pada file ini kita akan memasukan zone domain dan zone ip address dns-nameservernya. Ketikkan: nano /etc/bind/named.conf.local maka akan muncul:

Kemudian masukan zone domain dan zone ip address dns-nameservernya.
Kemudian save.

5. Konfigurasi /etc/bind/nama_domain.zone

Untuk membuat file .zone dan .rev, kita harus pindah direktori bind dengan mengetikan :
cd /etc/bind
maka tampilan terminal kita akan berubah ke direktori bind, lalu copy file db.local menjadi file .zone dan file .rev,

6. Konfigurasi file .zone

Pada file ini, kita akan ubah “localhost” menjadi nama domain kita, dan ubah tatanan IN. Ketikkan: nano snsd.zone, maka akan muncul tampilan:

Jika sudah lalu ubah “localhost” menjadi nama domain kita, dan ubah tatanan IN menjadi seperti berikut :
Kemudian Save

7. Konfigurasi file .rev

Pada file ini sama seperti konfigurasi file .zone, kita akan ubah “localhost” menjadi nama domain kita, dan ubah tatanan IN. Pada terminal ketikkan : nano snsd.rev, maka akan muncul:

lalu kita ubah “localhost” menjadi nama domain dan ubah tatanan komponen IN.

Kemudian save dan restart bind9 dengan perintah : /etc/init.d/bind9 restart

8.Pengujian Konfigurasi DNS

Untuk mengetahui berhasil atau tidaknya konfigurasi DNS yang kita buat, kita bisa menggunakan perintah nslookup ke alamat domain yang kita buat atau dengan Pengujian Konfigurasi DNS di Komputer Client. 
Untuk pengujian pada komputer client:
  1. Setting IP address yang ada di computer client. Untuk gateway dan DNS isikan dengan alamat IP dari server Ubuntu yang telah kita buat sebelumnya. 
  2. Buka browser dan ketikan nama domain yang telah kita buat, 
  3. Ketikan sub domain seperti www.snsd.com, mail.snsd.com, ftp.snsd.com. 
  4. Apabila muncul tulisan it works maka konfigurasi DNS berjalan dengan semestinya.
  5. Konfigurasi DNS success!! 

Wednesday, May 11, 2016

Get IP, Get Name, IP To Name, NSLookup, dan Aplikasi Client-Server pada Java

1. Get IP
source code untuk manampilkan IP address:

Output yang dihasilkan dari listing program tersebut adalah:


Logika dari Program getIP.java tersebut adalah:
Pertama program akan mengimport java.net. Kemudian kita buat class bernama getIP, selanjutnya kita mendeklarasikan InetAddress host benilai null kemudian host akan didapatkan dari nilai InetAddress host dan terakhir pada byte ip didapatkan nilai dari hostAddress. Langkah terkahir terdapat suatu perulangan for dimana di bagian ini akan terjadi pada saat variabel i bernilai 0, dan nilai variabel i lebih kecil dari IP jika kondisi ini terpenuhi maka nilai i akan bertambah.

2. Get Name
Source code untuk menampilkan hostname:

Output yang dihasilkan dari listing tersebut adalah:


Logika dari program getName.java adalah:
Pertama – tama program akan mengimport java.net, lalu kita buat class bernama getName. Selanjutnya kita deklarasikan InetAddress host = null; dan host = InetAddress.getLocalHost(); maksudnya adalah InetAddress host bernilai null dan host didapatkan dari nilai InetAddress pada localhost.

3. IP to Name
Source code untuk menampilkan hostname:


Output yang dihasilkan dari listing tersebut adalah:


Logika dari program IPtoName.java adalah:
Source code diatas untuk menampilkan Nama PC saat kita sudah mengetahui IPnya. Pertama-tama pada program ini terdapat percabangan if untuk mengecek panjang array pada fungsi utama jika sama dengan 0 maka program akan mencetak "pemakaian : java IPtoName <IP address>". Program akan keluar/dimatikan dan mendeklarasikan kembali nilai variabel host yaitu array 0 dan untuk variabel address pada object InetAddress bernilai null. Pada program ini juga terdapat try dan catch. Jika terdapat kesalahan maka program akan mencetak Invalid IP - malformed IP dan program akan keluar/dimatikan. Namun jika tidak ditemukan kesalahan maka program akan mencetak nama komputer user.

4. NSLookup
Source code untuk menampilkan hostname:


Output yang dihasilkan dari listing tersebut adalah:


Logika dari program IPtoName.java adalah:
Pertama program akan mengimport java.net kemudian program akan masuk ke dalam class program yang bernama NsLookup. Pada program utama ini akan mencetak Pemakai : Java NsLookup hostname kemudian aka mendeklarasikan String host adalah 0 dan InetAddress address bernilai null kemudian apabila host tidak dikenal maka akan tampil Unknown host. Untuk bagian listing byte ip nilainya didapat dari address lalu apabila i > 0 dan iPertama program akan mengimport java.net kemudian program akan masuk ke dalam class program yang bernama NsLookup. Pada program utama ini akan mencetak Pemakai : Java NsLookup hostname kemudian aka mendeklarasikan String host adalah 0 dan InetAddress address bernilai null kemudian apabila host tidak dikenal maka akan tampil Unknown host. Untuk bagian listing byte ip nilainya didapat dari address lalu apabila i > 0 dan i

5. Aplikasi Client-Server pada Java


Logika : 
Source code diatas adalah untuk membuat aplikasi sederhana server dan client. Pertama jalankan simpleServer.java lalu tunggu beberapa detik hingga muncul tulisan Aplikasi Server hidup.. Lalu running simpleClient.java jika sudah tulis "salam"(string "salam" yang sudah didaftarkan pada server sebagai kata kunci). Jika menulis selain salam contoh "salam oki" maka si Server akan menampilkan "salam oki" dan server akan mengirimkan pesan balasan "Maaf, saya tidak mengerti".

Output yang dihasilkan :